Palembang, Pelita Sumsel– Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan bahwa proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatra ruas Palembang–Betung akan menjadi jalur vital bagi mobilitas antarprovinsi di Pulau Sumatra.
Setelah sempat tertunda akibat kendala pembebasan lahan, pembangunan jalan bebas hambatan tersebut kini kembali berjalan cepat dan ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026.
“Proyek ini sempat terkendala masalah lahan, tapi saat ini hampir seluruhnya telah terselesaikan. Kami optimistis pada Idul Fitri 2026 nanti, tol sudah bisa dimanfaatkan untuk arus mudik dan balik,” ujar Herman Deru, Senin (20/10/2025).
Ia menjelaskan, kawasan kilometer 54 hingga 59 menjadi titik krusial dalam proses pembebasan lahan. Setelah hambatan di titik tersebut teratasi, kontraktor dapat melanjutkan pembangunan tanpa gangguan berarti.
Deru menilai, keberadaan Tol Palembang–Betung akan menjadi solusi jangka panjang terhadap kemacetan di jalur utama Palembang–Banyuasin yang selama ini padat oleh arus logistik dan kendaraan pribadi. Selain meningkatkan kenyamanan perjalanan, konektivitas baru ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Ketika ruas ini tersambung, arus barang dan jasa akan lebih efisien. Akses ke kawasan industri dan pelabuhan juga semakin terbuka,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut tol Palembang–Betung akan terintegrasi langsung dengan ruas Musi Banyuasin–Jambi yang saat ini juga tengah dibangun. Keterhubungan ini akan memperkuat jalur lintas Sumatra sebagai poros ekonomi baru di wilayah barat Indonesia.
“Pembangunan tol ini bukan hanya infrastruktur fisik, tapi investasi jangka panjang bagi masyarakat. Semua ini terwujud karena kontribusi warga Sumsel yang taat membayar pajak,” kata Deru.






