Oleh:Amelia Ruthmaya Tampubolon
Palembang – Kembali menghadapi persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan
(karhutla). Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini adalah penyemaian dry
ice atau es kering melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, setelah hujan
mengguyur Palembang pada akhir Oktober, muncul pertanyaan penting, seberapa besar peran
teknologi ini dalam memperbaiki kualitas udara?
Menurut Alodokter dalam artikel “Kenali Bahaya Dry Ice dan Cara Aman Penggunannya”, Dry Ice atau kerap di kenal dengan sebutan es kering merupakan gas karbon dioksida (CO2)
dalam bentuk padat yang berubah langsung menjadi gas.
1 Dalam penanganan kabut asap, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memanfaatkan penyemaian dry ice
melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi lapisan inversi
atmosfer, yaitu kondisi yang dapat menahan pergerakan udara dan membuat asap
terperangkap dekat permukaan.
Upaya ini diharapkan dapat membuat asap bergerak naik dan
terurai ke atmosfer.
Uji coba penyemaian dry ice di Palembang pada tanggal 15 Oktober 2026 menunjukkan
indikasi awal yang positif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
melaporkan peningkatan jarak pandang dan penurunan konsentrasi PM2, yaitu partikel halus
yang dapat membahayakan kesehatan. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa hasil
tersebut masih memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya dan
pengaruh faktor atmosfer lainnya.
2. Perkembangan terbaru terjadi pada Senin, 26 Oktober 2026. Hujan mulai turun sekitar pukul
02.40 WIB dan berlanjut hingga pagi hari.
3. Berdasarkan laporan IDN Times Sumsel, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi II Palembang turun dari 216,2 mikrogram per meter kubik
pada tengah malam menjadi 36,1 mikrogram per meter kubik dalam empat jam
1 Robby Firman Murzen, “Kenali Bahaya Dry Ice dan Cara Aman Penggunaannya”, Alodokter, 22 November
2024, Diakses pada 24 Oktober 2026, https://www.alodokter.com/kenali-bahaya-dry-ice-dan-cara- amanpenggunaannya.
2 Dinda Rosyia, “Mengulas Uji Coba Dry Ice untuk Penanganan Asap di Sumatera Selatan”, Status Klimatologi
Sumatera Selatan, 20 Oktober 2036, Diakses pada 24 Oktober 2026,
https://staklimsumsel.bmkg.go.id/mengulas-uji-coba-dry-ice-untuk-penanganan-asap-di-sumatera-selatan/.
3.Dendi Romi, “Hujan Telah Tiba…. Hatiku Gembira”, SUMKES. CO, 26 Oktober 2026, Diakses pada 26
Oktober 2026
https://sumeks.disway.id/amp/799603/hujan-telah-tiba-hatiku-gembira.
Hujan membantu membawa sebagian partikel pencemar turun ke permukaan, sementara arah angin dan kondisi atmosfer turut memengaruhi penyebaran asap.
4. Namun, penurunan tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti keberhasilan dry ice. Operasi modifikasi cuaca di Sumatera Selatan juga menggunakan natrium klorida (NaCl)
untuk penyemaian awan potensial hujan. Selain itu, hujan dan perubahan kondisi atmosfer
dapat memengaruhi kualitas udara secara langsung.
Tanpa evaluasi yang memisahkan
pengaruh berbagai faktor tersebut, kontribusi dry ice belum dapat dipastikan secara terukur.
5. Pada akhirnya, dry ice dapat menjadi salah satu alternatif penanganan kabut asap, tetapi
bukan pengganti pemadaman dan pencegahan karhutla.
Pemerintah perlu mengevaluasi
hasilnya melalui data kualitas udara sebelum dan sesudah penyemaian serta menyampaikan
hasilnya secara terbuka. Sebab, keberhasilan penanganan kabut asap bukan sekadar ketika
langit kembali cerah setelah hujan, melainkan ketika kualitas udara membaik secara terukur
dan masyarakat terlindungi dalam jangka panjang.
4 Rangga Erizal, “Ini 3 Alasan Kualitas Udara Palembang Membaik Usai Hujan Menurut BMKG”, IDN Times
Sumsel, 26 Oktober 2026, Diakses pada 26 Oktober 2026.
https://sumsel.idntimes.com/news/sumatra- selatanini3-alasan-kualitas-udara-palembang-membaik-usai-hujan-menurut-bmkg-00-pbgds-32tqrf.
5 Dwi Herlambang, “Kurangi Dampak Karhutla, BMKG Terapkan OMC Menggunakan Dry Ice di Sumatera
Selatan”, 23 Oktober 2026, Diakses pada 26 Oktober 2026.
https://www.bmkg.go.id/berita/utama/kurangidampak-karhutla-bmkg-terapkan-omc-menggunakan-dry-ice-di- sumatra-selatan.
DAFTAR PUSTAKA
Murzen, Robby Firmansyah. 2024. Kenali Bahaya Dry Ice dan Cara Aman Penggunaannya. 22 November. Diakses Oktober 26, 2026.
https://www.alodokter.com/kenali- bahayadry-ice-dan-cara-aman-penggunaannya.
Rosyia, Dinda. 2026. Mengulasi Uji Coba Dry Ice untuk Penanganan Asap di Sumatera
Selatan. 20 Oktober. Diakses Oktober 2026, 24.
https://staklim- sumsel.bmkg.go.id/mengulas-uji-coba-dry-ice-untuk-penanganan-asap-di- sumateraselatan/.
Romi, Dendi. 2026. Hujan Telah Tiba…. Hatiku Gembira. 26 Oktober. Diakses Oktober 26, 2026.
https://sumeks.disway.id/amp/799603/hujan-telah-tiba-hatiku-gembira.
Erizal, Rangga. 2026. Ini 3 Alasan Kualitas Udara Palembang Membaik Usai Hujan Menurut
BMKG. 26 Oktober. Diakses Oktober 2026, 2026.
https://sumsel.idntimes.com/news/sumatra-selatan/ini-3-alasan-kualitas- udarapalembang-membaik-usai-hujan-menurut-bmkg-00-pbgds-32tqrf.
Herlambang, Dwi. 2026. Kurangi Dampak Karhutla, BMKG Terapkan OMC Menggunakan
Dry Ice di Sumatra Selatan. 23 Oktober. Diakses Oktober 26, 2026.
https://www.bmkg.go.id/berita/utama/kurangi-dampak-karhutla-bmkg-terapkan- omcmenggunakan-dry-ice-di-sumatra-selatan.






